Sampai postingan ini ditulis, skripsiku masih ada di bab 1. Sulit sekali ya ternyata untuk mencurahkan pikiran dan menggabungkan jurnal-jurnal menjadi sesuatu yang nyambung, runtut, dan enak dibaca. Aku berjanji jika aku sudah menemukan jalanku untuk menulis, aku akan menulis sesering mungkin dan memanfaatkan waktu luang untuk mencari jurnal. Aku sangat kagum pada dosen-dosen yang sangat niat sekali melakukan risetnya dan rajin membaca jurnal. Sob, ini gak mudah asli.
Hari ini aku juga belajar menggunakan variabel di Python 3. Python 3 memang bahasa yang lebih sederhana dari Java tapi katanya si banyak gunanya. Cuma aku belum pernah menerapkannya. Aku berharap bisa segera menemukan jalan untuk menyelesaikan skripsiku. Sepertinya perlu HTML, PHP, dan Java. Kemungkinan lain juga menggunakan mySQL. Entah apa itu sederhana, aku tak tau.
Java buatku adalah bahasa yang baru dan paling sulit yang pernah aku pelajari. Sampai tulisan ini ditulis aku belum bisa membedakan class dan object dengan baik. Katanya juga harus belajar XML. Apa salah dan dosaku ya Allah.
Ini memang jalanku untuk menjadi programmer. Entah apakah aku bisa wisuda di bulan Maret 2020. Jalannya masih tertutup kabut. Masih belum ketemu. Rasanya selama ini aku berjalan di jalan yang tidak terlihat dan hanya mengandalkan sekelilingku untuk berpegangan.
Ya Rab, bagaimana besok Senin bab 2 hamba? Hamba bingung. Ini 3 menit menjelang hari Minggu, sedangkan hari Senin tugas bab 2 dikumpulkan. Bersamaan dengan itu juga besok senin siang hamba harus bertemu dengan Pak Sugi untuk berkonsultasi. Kata beliau, harus sampai bab 3 tapi hamba tidak sanggup. Hamba usahakan sampai bab 2.
Aku akui dosaku banyak. Makanya jalan ini kabutnya tebal sekali. Takut tersandung. Dulu pernah berdoa yang tidak-tidak karena sudah sangat putus asa. Sebenarnya bukan sekali tapi beberapa kali, untung masih diperkenankan hidup oleh Allah. Terima kasih ya Allah. Mungkin ini jalan yang harus hamba tempuh untuk menghapus segala dosa-dosa hamba.
Kata semua orang aku hebat. Mereka sangat kagum skill yang aku punya. Tapi aku sendiri malah sering meragukan diri sendiri. Sebenarnya sangat tertekan tapi gimana? Masih belum nemu jalan, masih blur sekali. Bagaimana ya?
Aku ingin menangis... tapi tidak bisa. Tangisan hanya membuat bengkak mata esok hari.
Ingin menyerah tapi juga tidak bisa.
Bagaimana harusya?
Aku selalu berpikir bila program ini bisa berhasil akan banyak hal positif yang bisa didapat orang lain dan orang lainpun akan merasa senang dengan program yang aku buat. Manusia harusnya menebar manfaat untuk sesamanya. Bayangkan kalau program itu jadi dan bisa dimanfaatkan orang banyak untuk belajar dan orang lain sangat berterima kasih padamu karena telah merintis membuat program seperti ini.
Katanya mau jadi programmer tapi error dikit lemah. Dasar aku.
Ya semoga jurnal ini bisa aku baca pada suatu hari nanti dan ketika itu ini semua telah selesai dan aku dapat tersenyum dengan lega dan bahagia. Selamat malam.
Komentar
Posting Komentar